Figura merupakan salah satu ornament interior yang banyak digunakan oleh masyarakat.
Benda yang umumnya berbentuk bujur sangkar ini biasanya digunakan untuk membingkai foto, lukisan, sketsa wajah, kaligrafi, dan berbagai jenis karya seni dua dimensi lainnya.
Penggunaan figura dapat mempercantik potret diri maupun hiasan dinding yang terpasang rapi di berbagai sudut rumah maupun ruang kerja.
Tak hanya itu, bentuknya yang beraneka ragam dan tersedianya banyak pilihan warna membuat figura semakin laris di pasaran.
Banyak juga pengrajin figura yang menawarkan jasa custom sehingga pembeli dapat memesan figura sesuai dengan keinginannya baik untuk bentuk maupun warna, disesuaikan dengan gaya interior hunian mereka.
Selain itu, pembeli juga dapat memilih bahan yang akan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan figura sesuai dengan keinginannya.
Lalu, apa sajakah bahan yang sering digunakan untuk membuat figura dan apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing bahan tersebut?
Untuk menjawab rasa penasaran Anda, yuk simak ulasan terkait beberapa bahan pembuatan figura berikut!

1. Kayu
Bahan yang satu ini tentu saja sudah tidak asing lagi bagi Anda.
Ya, kayu memang merupakan bahan dasar pembuatan figura sejak awal kemunculannya sebagai salah satu ornament interior.
Pengrajin figura memilih kayu sebagai bahan dasar lantaran pengerjaannya mudah dan kayu merupakan bahan yang sudah umum digunakan sebagai bahan dasar furniture.
Selain itu, kayu juga memiliki tingkat keawetan yang tinggi lantaran tahan terhadap tekanan dan benturan benda keras sehingga figura berbahan dasar kayu tidak mudah rusak saat terjatuh atau terbentur benda lain di sekitarnya.
Terkait ketahanannya terhadap serangan rayap dan hama kayu lainnya, Anda tidak perlu khawatir karena seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kini telah dikembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan ketahanan kayu terhadap serangan rayap.
Jenis kayu yang banyak digunakan oleh para pengrajin untuk membuat figura adalah kayu pinus atau pine wood.
Kayu pinus kerap digemari sebagai bahan dasar pembuatan figura lantaran kayunya yang ringan, memiliki batang yang lurus sehingga mudah dibentuk, dan juga karena kayu pinus memiliki harga yang relatif murah di pasaran serta mudah didapatkan.
Figura kayu masih sangat diminati oleh masyarakat hingga saat ini lantaran bahannya yang ramah lingkungan dan juga kesan klasik yang mampu ditonjolkan oleh figura kayu sangat cocok dipadu-padankan dengan nuansa vintage maupun shabby chic.
2. Fiber
Figura berbahan fiber saat ini sedang menjadi trend di kalangan masyarakat.
Warnanya yang beraneka ragam serta bentuknya yang bervariasi menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Bahan fiber sebenarnya merupakan bahan yang dibentuk melalui proses kimia dengan bahan utama polystyrene sehingga memiliki sifat ringan.
Selain sifatnya yang ringan, proses pembentukannya yang melalui proses kimia sangat membantu proses pengerjaan figura lantaran dapat mempersingkat waktu.
Berbeda halnya dengan figura kayu yang proses pengerjaannya tidak menggunakan proses kimia.
Hal ini tentu saja memberikan keuntungan bagi produsen figura fiber lantaran tidak perlu melakukan proses cutting, coating, dan sebagainya seperti yang dilakukan oleh para pengrajin figura kayu karena fiber tergolong sebagai bahan yang siap jual.
Tak hanya itu, figura fiber tahan terhadap serangan rayap dan hama kayu lainnya.
Sayangnya, figura ini tidak tahan terhadap tekanan atau benturan benda keras sehingga mudah pecah dan rusak pada saat terjatuh atau terbentur benda lain di sekitarnya.
3. Gypsum
Gypsum merupakan salah satu bahan yang sudah cukup familiar di kalangan masyarakat.
Bahan yang memiliki kandungan kalsium cukup tinggi ini biasanya digunakan sebagai bahan konstruksi bagian langit-langit rumah dan sebagai salah satu bahan konstruksi tembok.
Namun ada pula yang menggunakan bahan mineral ini sebagai bahan baku pembuatan figura maupun hiasan dinding, patung, dan sebagainya.
Figura berbahan gypsum cukup diminati dan eksistensinya tidak kalah dengan figura kayu maupun figura berbahan dasar fiber.
Figura gypsum dinilai memiliki kesan estetik yang tinggi lantaran memiliki motif yang beragam.
Selain itu, hasil finishing figura berbahan dasar gypsum lebih halus dan rata.
Sayangnya, figura gypsum memiliki beberapa kekurangan antara lain tidak tahan terhadap air, tidak mampu menahan beban berat, dan lebih mudah terlihat kusam dibandingkan dengan figura kayu dan figura fiber.
Itulah beberapa bahan dasar pembuatan figura yang tengah digemari oleh masyarakat.
Setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Lalu, bahan manakah yang akan Anda pilih?
Jika Anda bingung dan tak tahu harus memilih yang mana, pilih saja semuanya dan anggap saja sebagai koleksi pajangan di rumah Anda.
Lebih baik seperti itu bukan? Selamat menjadi kolektor figura!